Arya Saloka Bergabung Sebagai Anggota Densus 88 dalam Film Sayap-Sayap Patah 2, Polres Tasikmalaya Undang Warga untuk Tayo Bersama

Table of Contents
PR GARUT – Aktor Arya Saloka menjadi pemain utama dalam film "Sayap-Sayap Patah 2" yang menceritakan tentang Pandu, seorang anggota Densus 88. Film ini menggambarkan perjuangan Pandu menjalani kewajiban sebagai pengabdian kepada bangsa sambil bertanggung jawab atas posisi kepalanya dalam keluarga. Produksinya dilakukan oleh Denny Siregar Production dengan arahan sutradara Ferry Fei Irawan.

Film Sayap-Sayap Patah 2 adalah lanjutan dari produksi sebelumnya yang berfokus pada dedikasi anggota badan amanat. Sementara itu, movie perdana dikenal karena konten aksinya, sekuel kedua justru memusatkan perhatian pada aspek emosi serta konflik dalam rumah tangga.

Selama waktu total 1 jam 54 menit, film ini membawa penonton melalui perjalanan kehidupan Pandu. Dia sekarang menjadi bapak tunggal karena telah ditinggalkan istri-nya. Dalam tantangan untuk mendidik anaknya sendiri, Olivia (yang dimainkan oleh Myesha Lin), ia juga harus bertahan dalam tanggung jawab sulitnya sebagai bagian dari satuan anti teroris.

" Film ini bukan saja memberikan hiburan, namun juga membawa pesan mendalam seputar nilai-nilai kehumanian, tanggung jawab, serta pentingnya komunikasi di dalam keluarga. Suatu pertunjukan yang tidak cuma menarik dari segi sinema, melainkan juga kental dengan nilai etika yang masih aktual sesuai situasi masyarakat hari ini," ungkap Kapolres Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah pasca acara pemutaran bersama.

Penduduk Kabupaten Tasikmalaya diajak menonton bersama (nobo) film "Sayap-Sayap Patah 2" di bioskop XXI Transmart Tasikmalaya pada hari Selasa, tanggal 13 Mei 2025. Kegiatan nobo tersebut diselenggarakan oleh Polres Tasikmalaya. Acara ini bukan hanya dihadiri oleh pimpinan dan staf polisi dari Polres Tasikmalaya, namun juga terbuka bagi publik secara luas.

Film yang menggetarkan hati para penonton ini diterima dengan penuh semangat, tidak hanya oleh anggota polisi tetapi juga oleh masyarakat yang turut serta dalam acara tersebut. "Kami menyampaikan apresiasinya secara mendalam terhadap arah narasi yang dianggap sangat kuat dan memberi Inspirasi," katanya.

"Film tersebut mengandung pesan mendalam terkait dedikasi, pengorbanan, serta beban etika yang ditanggung oleh personil kepolisian untuk mempertahankan keselamatan negeri, walaupun hal itu berarti mereka harus rela meninggalkan waktu dengan keluarga," lanjut Haris Dinzah.

Peran Penting Dalam Keluarga

Menurutnya, Sayap-Sayap Patah 2 merupakan cermin yang berharga bagi semua anggota Polri. Film tersebut menunjukkan bagaimana menjaga keseimbangan antara tugas sebagai pegawai negeri dan perannya sebagai pemimpin di rumah. Dia kemudian memotivasi para petugas polisi agar tetap menyediakan layanan prima pada publik sambil tidak melupakan komitmen mereka dalam hal keluarga.

"Setiap orang dapat berpotensi jadi sasaran kejahatan sewaktu-waktu. Pekerjaan kami memang dipenuhi tantangan. Akan tetapi, itulah harga yang harus dibayar untuk dedikasi. Film tersebut menunjukkan hal itu dengan begitu mendalam, oleh karena itu, dukungan keluarga amatlah penting," katanya.

Haris Dinzah dengan tegas mengundang publik agar ikut berperan dalam pemeliharaan keselamatan dan keteraturan di lingkungannya. Dia menekankan kepada penduduk setempat supaya tidak segan-segan memberikan laporan tentang ancaman keamanan yang ada, bahkan hal-hal kecil seperti adanya petunjuk radikalisme atau aktivitas teroris harus dilaporkan.

"Peran serta masyarakat yang aktif sangat kami butuhkan khususnya untuk melindungi generasi muda dari ancaman radikalisasi. Meskipun kita sudah punya Bhabinkamtibmas dan regu intelejen, namun jumlah mereka cukup terbatas," ujarnya. ***

Posting Komentar