Efek Negatif Menonton Film Marathon: Dampak yang Kurang Baik Bagi Kesehatan

Table of Contents

romero.my.id, JAKARTA – Apakah Anda pernah menyaksikan sebuah seri televisi? film Sampai larut malam tanpa memikirkan hal lain? Bisa jadi Anda sedang melakukan binge watching, yaitu kebiasaan menonton serial atau film berturut-turut dalam waktu lama yang dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.

Apa Itu Binge Watch?

Berdasarkan laporan dari brandwatch.com pada hari Selasa (13/5/2025), binge watching merujuk kepada kebiasaan menonton berbagai episod dari suatu acara televisi atau lebih dari satu film secara berturut-turut dalam jangka waktu singkat. Sebaliknya dari menantikan setiap episodenya yang ditayangkan pekan demi pekan, saat ini orang dapat menghabiskan seluruh musim dalam kurun waktu 24 jam saja.

Gaya nonton seperti ini sudah merombak cara kita menikmati hiburan. Banyak orang sampai rela begadang demi melanjutkan serial kesukaan mereka dengan alasan ingin menyaksikan "episode berikutnya".

Pengaruh Penonton Berlebihan terhadap Kesegaran Jasmani dan Rohani

Berdasarkan laporan dari medicalnewstoday.com pada hari Selasa, 13 Mei 2025, walaupun kadang-kadang mungkin tak berbahaya, kebiasaan menonton maraton acara TV dengan terus-menerus bisa memiliki efek merugikan bagi kondisi fisik dan mental seseorang, termasuk hal-hal sebagai berikut:

1. Perilaku Sedentari

Menatap layar terus-menerus menyebabkan aktivitas fisik menjadi berkurang. Penelitian pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan peningkatan kemungkinan depresi, gangguan fisik, dan pengurangan daya kerja otak.

2. Gangguan Tidur

Tampilan layar yang berlebihan, terutama saat menjelang malam, bisa merusak lama dan mutu istirahat Anda. Anak-anak yang tertidur bersama peralatan layar umumnya mendapatkan waktu tidur yang lebih singkat. Di sisi lain, penggunaan telepon genggam secara ekstensif oleh orang dewasa sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang menurun. Kekurangan jam tidur juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit kronis semacam penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta kegemukan.

3. Diet tidak seimbang

Ketika asyik melakukan binge-watching, banyak orang kecenderungan memakan camilan tak sehat. Anak-anak yang menyantap makanannya sembari nonton televisi cenderung lebih sering mengkonsumsi minuman manis dan produk dengan kadar lemak tinggi, serta jarang mengasup buah-buahan dan sayuran. Berdasarkan laporan WHO, gaya hidrasi tersebut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pada jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Bagaimana Menjaga Keseimbangan Saat Nonton Berlebihan Agar Tetap Sehat

Berdasarkan informasi dari nm.org pada hari Selasa, 13 Mei 2025, berikut adalah beberapa saran untuk mempertahankan kebiasaan nonton yang baik dan terkendali:

1. Batasi Jumlah Episode

Putuskan berapa banyak episode yang akan Anda tonton sekaligus, seperti dua atau tiga episod, kemudian berhenti dan lakukan kegiatan lain.

2. Tetapkan Deadline untuk Nonton

Atur jadwal nonton sehari-hari, misalnya satu jam setiap malam. Pakai alarm atau pemberitahu untuk memastikan Anda tak melampaui batas waktunya.

3. Atur Bersama Kegiatan Lainnya

Sediakan waktu untuk melakukan aktivitas seperti olahraga, membaca, atau bersosialisasi agar bisa memelihara keseimbangan di antara kegiatan yang menghibur dengan perawatan kesehatan fisik dan mental.

4. Hidupkan Lampu ketika Menonton

Menonton sambil menyalakan lampu dapat membantu mengawasi waktu dan mencegah diri tertidur saat asyik melihat acara yang ditampilkan.

5. Ubah menjadi Aktivitas Sosial

Menikmati tayangan dengan sahabat atau kerabat dapat menjadikan momen tersebut semakin menghibur serta membantu untuk tidak terlalu sering nonton seorang diri.

Dengan menyadari efek negatif dari menoton acara TV berlebihan, Anda dapat dengan mudah mengatur kebiasaan tersebut supaya tak merusak kesejahteraan. Meskipun hiburan itu perlu, namun mencapai keseimbangan dalam hidup sangatlah vital. (Siti Laela)

Posting Komentar